Tahun Mafhum

sky-583724_960_720

Menarik bahwa kini penggunaan CE dan BCE untuk menggantikaan AD dan BC kian ramai. CE yang merupakan singkatan Common Era, atau Tahun Umum, digunakan untuk menggantikan Anno Domini, istilah Medieval Latin yang bahasa Inggrisnya adalah “In the year of the/our Lord” atau “Pada masa Tu(h)an kami.”

Tu(h)an yang dirujuk dalam istilah itu adalah Yesus, sebab kepanjangan lengkap dari AD adalah “anno Domini nostri Iesu/Jesu Christi” (In the year of Our Lord Jesus Christ), yakni tahun-tahun yang mengikuti kelahiran Isa Al-Masih menurut perhitungan tradisional para pendeta Nasrani di Yunani (meskipun istilah ini baru diperkenalkan pada tahun 525, dan baru populer setelah tahun 800an). Dalam perkembangannya, penghitungan ini kemudian menjadi standar tidak resmi internasional untuk penghitungan waktu tahunan berdasarkan matahari, yang dikenal dengan kalender Julian atau Gregorian. Bahasa Indonesia merujuk kepada kalender ini dengan huruf M untuk Masehi.

Sementara itu, BC merupakan singkatan dari Before Christ, dan digunakan untuk merujuk kepada periode sebelum AD. Bahasa Indonesia dengan sederhana menerjemahkannya sebagai Sebelum Masehi (SM). Perlu diketahui, tahun 0 dianggap tidak ada, sehingga tahun 1 BC langsung diikuti oleh tahun 1 AD. Mereka yang mengganti AD dengan CE, dengan mudah mengganti BC dengan BCE, yakni Before Common Era, atau Sebelum Tahun Umum.

Awalnya saya melihat pemakaian “CE” pada sebuah situs pergerakan Islam internasional. Tentu saya bisa menebak bahwa alasannya adalah orang-orang Islam menolak Isa sebagai “Lord” mereka. Sebab, syarat keislaman adalah pengakuan atas Allah Subhanahu wa-Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan, dan Nabi Muhammad ShallaLlahu ‘Alayhi wa-Sallam adalah pembawa syariat sekaligus sebagai juru selamat (pemberi syafaat) sejati. Islam mengenal Isa sebagai salah satu nabi yang memperoleh kitab dan hikmah, sebagaimana Musa dan Daud. Kata “tuan” masih mungkin disematkan kepadanya, namun “Tuhan” tidak. Dan penolakan kian jelas karena terjemahan bahasa Inggris untuk ayat-ayat Al-Qur’an ada yang menggunakan kata “Lord,” dan itu khusus untuk Allah Ta’ala semata.

Tentu akan semakin menarik apabila kelak terjadi pergeseran atau hijrah kesadaran dari penggunaan kalender yang berdasarkan matahari ke kalender berdasarkan bulan. Alasannya bisa bermacam-macam, dan salah satunya adalah: Islam merupakan satu dari dua agama yang paling dominan di dunia, dan paling cepat pertumbuhannya. Dan aktivitas-aktivitas Muslim sedunia yang kian samar batas geografisnya telah mendapatkan “pelatihan” perujukan terhadap kalender Hijriyah, lewat media (sosial) maupun aplikasi-aplikasi pada gadget mereka.

Bukan tidak mungkin bahwa pelatihan ini kelak akan membentuk sebuah kesadaran yang sifatnya otomatis, sehingga benar-benar menjadi umum atau mafhum. Ketika itu terjadi, Indonesia pun tak perlu repot-repot menuliskan M, SM, atau H. Cukup tulis tahunnya saja, dan semua orang akan memafhuminya sebagai Tahun Mafhum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s